This website does readability filtering of other pages. All styles, scripts, forms and ads are stripped. If you want your website excluded or have other feedback, use this form.

Kota Tua Padang

Kota Tua Padang

The Latest

May 13, 2014

Mau jepretan kamu di repost @kotatuapdg ?

Caranya gampang:
1. Pastikan foto yang diambil berlokasi/berkaitan dengan Kota Tua.
2. Follow @kotatuapdg
3. Post foto kamu, tag @kotatuapdg , jangan lupa beri #kotatuapadang
4. Silakan menunggu

Selamat berkontribusi memperkenalkan Kota Tua Padang ke dunia ya. Let’s save our heritage! :)

#kotatuapadang Apr 3, 2014

News

Dear people,

Mau tau seperti apa obrolan komunitas Kota Tua Padang dengan Genta Andalas? Silakan klik disini untuk liat liputannya yang dimuat di Genta Andalas edisi Februari 2014 ya.

Thank you. Let’s save our heritage. :)

#oldtown #westsumatera #heritage Feb 11, 2014

Komunitas @KOTATUApdg dalam Genta Andalas

Feb 11, 2014

Kopdar Awal Pembentukan Komunitas @KOTATUApdg di Kopmil Om Ping 24 Oktober 2013

Feb 11, 2014

Stand Komunitas @kotatuaPDG dalam acara “Art Of Anthrop” 5 Desember 2013 yang diselenggarakan Mahasiswa Antropologi Universitas Andalas.

Jan 27, 2014 / 1 note

wondernesia:

Seribu prestasi gak ada arti kalo cuma untuk diri sendiri. Join @KOTATUApdg yuk! Bisa ikut andil menjaga warisan sejarah dan budaya yang ada di Kota Padang. Yuk tunjukin kepedulian kamu. ♡ – View on Path.

Jan 27, 2014 / 3 notes

beyubay:

Kota Tua Padang sungguh miris sekali.

Jan 27, 2014 / 1 note

Rencana Revitalisasi Kawasan Klenteng Kota Padang

Kawasan Klenteng telah ditetapkan sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang merupakan wujud pemikiran dan perilaku manusia, yang penting bagi pemahaman sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hal ini menyebabkan pada UU No 11 Tahun 2010, kawasan ini dikategorikan sebagai kawasan cagar budaya dan wajib dilestarikan serta dikekola secara tepat sehingga memberikan dampak sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat. Untuk itu, BAPPEDA (Badang Perencanaan Pembangunan Daerah) Kota Padang bersama CV Dinamika Cipta Utama telah merumuskan dokumen penyusunan rencana revitalisasi Kawasan Klenteng Kota Padang.

Upaya revitalisasi dilakukan dalam rangka menghidupkan kembali kawasan yang cenderung mati dengan pengembangan potensi segingga memberikan peningkatan kualitas lingkungan dan kualitas hidup masyarakat sekitar. Adapun potensi banyaknya bangunan bersejarah pada kawasan perencanaan yang telah dibangun sejak sebelum 1920-an dianggap memberi daya jual bagi kawasan bila dikembangkan sebagai objek wisata berskala internasional dengan pengelolaan secara professional.

Menurut SK Walikota No 3 Tahun 1998, sedikitnya dal 7 bangunan cagar budaya yang ada pada kawasan ini yakni:

a. Klenteng Hoet Tjoe yang dibangun tahun 1897

b. Spaar Bank (Beautik Hotel) dibangun tahun 1908

c. Gudang yang dibangun 1980-an

d. Gedung Hong Jang Hoo dibangun tahun 1921

e. Kantor NV Internatio (Kantor PT. Cipta Niaga) dibangun tahun 1910

f.  Okupasi WNA Tionghua (Kantor Detasemen AD)

g. Gudang

Pengembangan Kawasan

Dalam upaya pengembangannya, kawasan klenteng diarahkan untuk fungsi pembangunan wisata bangunan tua/sejarah, wisata religi, wisata waterfront city, dan ruang terbuka non hijau yang dikelola secara terpadu.

Secara lebih lanjut, pengembangan kawasan ini dibagi dalam dua area:

Kawasan Batang Arau

Kawasan ini merupakan kawasan lama yang dahulu menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan bangsa Belanda. Pada kawasan inilah sebenarnya merupakan cikal bakal kota Padang yang sekarang saat ini. Pada kawasan ini banyak terdapat bangunan-bangunan peninggalan Belanda baik untuk kepentingan perdagangan maupun politik pemerintahan dan keamanan.

Kawasan Batang Arau merupakan bentuk lanjut wujud spasial dari kolonisasi Belanda, setelah tidak lagi bertahan di benteng-benteng. Dikawasan ini berkembang bangunan gudang, perkantoran dan permukiman serta bangunan umum lainnya. Pada saat ini di kawasan ini merupakan etalase peradaban masa lalu, yang diperlihatkan melalui beberapa bangunan yang di bangun dari beberapa jaman yang berbeda. Atau dengan kata lain, kawasan ini merupakan laboratorium arsitektur dan perkembangan kota atau perkembangan peradaban yang mestinya menjadi bagian penting dari perkembangan kota di masa mendatang.

Konsep penataan kawasan tepi air di Padang Lama ini adalah bagaimana mengarahkan bangunan-bangunan yang ada di tepi sungai agar orientasinya berbalik ke arah sungai dan kemudian menata tepi air dengan melakukan kegiatan pembenahan terlebih dahulu draenase induk yang merupakan problem kawasan yang pada saat hari hujan sering terjadi banjir. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan potensi tepi air dalam mendukung program pariwisata di kawasan tersebut.

Kawasan Klenteng

Kawasan Pecinan merupakan pusat morphogenesis kolonial Padang. Artinya di kawasan ini pertengahan abad ke-17 berdiri sebuah benteng Belanda, dan dari benteng ini pula simpul kekuasaan, ekonomi dan perdagangan berkembang. Selain itu, sebagai  sebuah pusat kekuasaan, di sekitarnya berkembang kawasan multi etnik. Struktur dan bentuk awal kota ini merupakan jalinan spasial yang perlu dipertahankan agar identitas kota dapat dilestarikan.

Menata dan mengembangkan kawasan permukiman lama ini selain menjawab kebutuhan akan hunian di kawasan pusat kota, juga memberikan kesempatan kepada munculnya usaha-usaha yang komplementer dengan program pemerintah untuk mendorong berkembanganya kawasan pariwisata. Untuk itu, dukungan masyarakat setempat akan kegiatan pariwisata merupakan hal yang utama. Setidaknya mereka bisa melakukan transformasi pemanfaatan bangunan fisik, yang semula menjadi hunian biasa menjadi hunian bagi pendatang baru, terutama bagi kegiatan pariwisata.

Konsep penataan fungsi gudang adalah penataan dan pengaturan transportasi dan fungsi pergudangan tersebut meliputi; pemindahan fungsi gudang besar ke arah By Pass, mengganti sistem pergudangan besar dengan retail, mengarahkan jalur kendaraan berat ke arah luar kota dan hanya kendaraan yang kecil yang bisa masuk ke dalam kota, dan sebagainya.

Rencana Peruntukan Lahan

Rencana Peruntukan lahan di kawasan Klenteng terdiri atas :

1.    Hotel, berfungsi sebagai tempat istirahat bagi orang yang datang ke kawasan pondok dan menetap untuk beberapa hari

2.    Superblok, berfungsi sebagai kumpulan dari segala kegiatan yang bertujuan untuk membuat kawasan menjadi hidup dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan ini. Aktifitas berupa toko souvenir, café/restoran,

3.    Gedung Serbaguna, berfungsi sebagai aula yang bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar juga bias di manfaatkan oleh pemko Padang jika ada event-event yang memerlukan ruangan di kawasan klenteng ini.

4.    Bangunan inti, Bangunan ini berupa bangunan bersejarah yang tidak di robah strukturnya, tapi fungsi dari bangunan tersebut didesuaikan untuk perkembangan kawasan. Misalnya bangunan gudang pertamina yang dimanfaatkan sebagai asset sejarah dan untuk oengembangan ke depan, gedung tersebut tetap di pertahankan, tapi fungsi bangunan ynag berubah.

5.    Pedestrian, sebagai jalur pejalan kaki perlu diperhatikan, mengingat kawasan ini memiliki lebar jalan yang sempit, sehingga perlu di siatasi dengan jalur pendestrian yang nyaman dan membuat orang betah untuk berjalan di kawasan ini.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam pengembangan pembangunan, maka perlu disusun tahapan pelaksanaan kegiatan sesuai UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, bahwa pelaksanaan pembangunan memiliki jangka waktu pelaksanaan selama 20 tahun, pentahapan kegiatan tersebut dituangkan dalam kegiatan per 5 (lima) tahun dengan dana yang bersumber dari APBN, APBD Propinsi, APBD Kota, Swasta, dan swadaya masyarakat didalam melestarikan kawasan klenteng kedepannya.

Jan 26, 2014

Prioritas Pelestarian Bangunan Bersejarah di Kota Padang

Pada SK Walikota Padang Nomor 11 Tahun 1998 telah ditetapkan 73 bangunan bersejarah sebagai cagar budaya Kota Padang. Angka ini tergolong sangat rendah dibanding keseluruhan bangunan bersejarah yang terdaftar berjumlah 257 unit yang masih perlu dikaji ulang penetapan statusnya.

Namun demikian, dalam upaya pelestariannya, karena keterbatasan sumberdaya ditetapkan 7 objek yang menjadi prioritas yakni: 1. Padang City Hall 2. Wisma Sukma Indah 3. St Leo Monastery 4. Ganting Grand Mosque 5. Gudang PT Kerta Niaga 6. Koridor Ruko Jalan Niaga 7. Bola Dunia Taylor Pondok Nov 17, 2013 / 1 note

wondernesia:

Kota Lama!!

Next Theme by Club Monaco